Selasa, 12 April 2016

KESEHATAN MENTAL : STRES



Nama               : Fauzia Ayu Nanda                                NPM               : 14514080
Kelas               : 2PA09                                                   Mata Kuliah    : Kesehatan Mental

STRESS

Pengertian
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu . Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang , bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental.

Proses Terjadinya Stres

Setiap manusia dalam kehidupannya akan mengalami trauma pada jiwanya, tapi dampak / efeknya kepada kekuatan jiwa orang tersebut (kekuatan mental). Orang yang tidak beriman akan memiliki mental yang lemah, ditandai dengan pikiran (ratio) yang sempit dan perasaan yang rendah. Stres diawali dengan adanya konflik batin. Konflik jiwa ini terjadi karena harapan (perasaan)  bertentangan dengan kenyataan (ratio). Akibat trauma psychis menimbulkan konflik bathin, maka pada tahap awal akan melahirkan  perasaan kecewa,maka perasaan kecewa akan berubah menjadi marah.

Stress sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

1.      Eustress 
Merupakan jenis stress, dimana stress yang muncul akan menyebabkan seseorang ingin melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, dan tidak menimbulkan efek negatif atau sering juga dikenal dengan istilah stress positif. Contoh: perubahan peran setelah menikah, kelahiran anak pertama, dan lain-lain.

2.      Distress
Sering dikenal dengan istilah stress negatif. Inilah stress yang sering dihindari oleh orang-orang, karena akan menyebabkan kondisi tubuh dan mental menjadi terpuruk dan dapat berujung pada depresi. Contoh: pertengkaran, kematian pasangan hidup, dan lain-lain.
3.      Hipostres
Hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan “ketidakadaan” stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.

Faktor – Faktor Penyebab Terjadinya Stress

1.      Tekanan di tempat kerja
Rentang waktu deadline yang mencekik, tuntutan kesempurnaan hasil kerja dari atasan, dan kesulitan mengimplementasikan rencana kerja dapat menjadi pemicu munuculnya stres. Seseorang juga harus memperhatikan hubungan dan persaingan dengan rekan kerjanya.
2.      Problem finansial
Faktor ekonomi telah membuat banyak orang tertekan, yang selanjutnya membuat mereka stres. Stres inilah yang pada akhirnya melahirkan perilaku-perilaku yang destruktif seperti kasus di mana seorang pencuri terdorong melakukan aksinya karena kesulitan ekonomi. Ada juga yang nekad merampok, menjambret, dan menipu juga gara-gara masalah uang.

3.      Hubungan personal dan sosial
Hubungan personal dengan seseorang, yang rumit, sulit, atau pun menemui kegagalan juga dan berinteraksi dengan lingkungan, bertemu macam-macam orang seringkali membuat Anda tertekan. Dampak yang timbul dari stres karena hubungan personal  dan social biasanya berupa lemahnya kejiwaan, mudah berprasangka buruk, mudah tersinggung, merasa tertindas, dan merasa tersaingi.

4.      Penyakit
Stres bisa memperparah penyakit yang seseorang derita. Orang tersebuat akan merasa tertekan, karena penyakit itu sendiri, biaya pengobatan yang mahal, atau pikiran bahwa semakin hari sakit yang derita semakin merepotkan diri dan keluarganya. 

5.      Kegagalan
Terobsesi dengan keinginan. Keinginan dan impian adalah bukti kegairahan sumber kehidupan. Namun, tidak mungkin meraih sebuah impian secara instan. Hasil tidak jatuh dari langit. Butuh waktu dan proses untuk mencapainya. Selain itu, diperlukan juga usaha yang sungguh-sungguh. Tidak menyadari kenyataan ini akan membuat seseorang tertekan dan stres manakala impiannya tidak terwujud.

6.      Kondisi fisik dan mental
Kondisi kejiwaan dapat menjadi pemicu stres. Jika seseorang merupakan tipe pemalu atau tidak memiliki kepercayaan diri, maka ia akan rentan mendapatkan stres. Hal tersebut dikarenakan , kehidupan menuntut untuk selalu berinteraksi dengan orang lain ,ada saja sesuatu yang melemahkan kepercayaan diri .
Selain mental, kondisi fisik juga dapat menjadi tekanan. Kegemukan, tinggi badan yang tidak proporsional, wajah yang tidak menarik dapat menjadi permasalahan tersendiri. Hal tersebut dikarnakan menilai kondisi fisik sebagai sebuah kekurangan. Penilaian seperti itu, pada akhuirnya membuat seseorang tidak berskyukur. Ia akan berkutat pada masalah tersebut dan menyalahkan diri sendiri karenanya.

7.      Kematian orang tersayang
Apabila seseorang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan teman dekat, pasangan, atau keluarga,ia akan merasa sangat kehilangan manakala salah satu di antara mereka meninggal dunia. Banyak di antara kita yang bahkan kesulitan untuk get over it, mengikhlaskan kepergian orang-orang tercinta dan melanjutkan hidup. Kesulitan tersebut merupakan gejala stres karena tidak dapat menerima kenyataan bahwa salah satu orang terkasih telah tiada.

Gejala – Gejala Stress Fisik dan Psikis

Manusia bereaksi seutuhnya, artinya terdapat gejala-gejala fisik maupun psikis stres dapat dibagi sebagai berikut :

a. Gejala Fisik
 Gejala fisik meliputi keadaan merasa lelah, imsomnia, nyeri kepala, otot kaku dan tegang,  berdebar-debar, nyeri dada, nafas pendek, gangguan lambung dan pencernaan, mual, gemetar, tangan dan kaki merasa dingin, wajah terasa panas, berkeringat, sering flu, dan menstruasi terganggu. Karena gejala fisik ini mungkin ada kaitannya dengan penyakit fisik sebaiknya  berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan bahwa gejala fisik tersebut disebabkan oleh stres.

b. Gejala Psikis
 Keadaan psikis ini ada 3 bagian :
1.      Gejala Mental : Gejala mental meliputi berkurangnya konsentrasi dan daya ingat, ragu-ragu,  bingung, merasa pikiran penuh atau bahkan merasa kosong, kehilangan rasa humor.
2.      Gejala Emosi : meliputi cemas (berbagai situasi), depresi, putus asa, mudah marah, ketakutan, frustasi, tiba-tiba menangis, fobia, rendah diri, merasa tidak berdaya, menarik diri dari pergaulan, dan menghindari kegiatan yang sebelumnya disenangi.
3.      Gejala Perilaku : Gejala perilaku ini meliputi gejala yang ditunjukkan oleh individu yang merasa stress seperti, mondar-mandir, gelisah, menggigit kuku, menggerak-gerakkan anggota badan/jari- jari, perubahan pola makan, merokok, minum-minuman keras, menangis histeris, berteriak, mengumpat, melempar barang atau memukul barang.

Cara Mengatasi Stress


1.      Melakukan Hobi
Cara mengatasi stress berat dengan melakukan hobi yang ingin dilakukan adalah cara paling mudah. Hobi merupakan suatu kegiatan yang dipercaya dapat menenangkan pikiran seseorang jika dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatakan suatu kesenangan sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi pikiran dan jiwa orang tersebut. Contoh : Yoga, Memancing,Olahraga, Salon.

2.      Komunikasi
Komunikasi atau berbicara hingga berbagi cerita tentang permasalahan atau beban hidup kepada seseorang sangat baik untuk mengurangi beban yang dialami dan mengatasi stres. Selain itu, bercerita kepada teman memungkinkan seseorang untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut.

3.      Berendam
Memanfaatkan air dengan mandi atau berendam memiliki efek yang baik untuk mengatasi stres sebab ampuh untuk penyembuhan hingga penenangan diri. Stimulus dari suasana ini, mampu mengingatkan tubuh dan pikiran seseorang kepada suasana saat berada di rahim sehingga memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi tubuh. Agar lebih efektif, mandi atau berendam dilakukan menggunakan air hangat di bathub.

4.      Berteriak
Berteriak lepas dengan suara lantang merupakan cara yang baik dilakukan untuk mengatasi stres. Saat mengalami stres, seseorang pasti merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Oleh karena itu, melepaskan perasaan tidak mengenakkan itu bisa dilakukan dengan berteriak yang tentu saja dilakukan di tempat yang luas dan sepi agar tidak mengganggu orang lain seperti di tepi pantai atau diatas tebing.

5.      Berlibur
Berlibur merupakan cara yang dilakukan untuk menghindari lingkungan negatif. Oleh karena itu, rekreasi juga merupakan kegiatan yang sangat efektif untuk mengatasi stres. Rekreasi bisa dilakukan bersama keluarga agar lebih menyenangkan.

6.      Aromaterapi
Aroma memiliki efek yang sangat mempengaruhi emosi manusia sebab indra penciuman merupakan indra yang berhubungan dengan sistem limbik sebagai pusat kendali emosional dalam otak manusia. Oleh karena itu, aromaterapi bisa menjadi salah satu terapi yang dapat merangsang emosi manusia. Adapun beberapa jenis aromaterapi yang bisa dicoba adalah sebagai berikut:

·         Lavender, merupakan aroma yang jika dihirup mampu membantu memperlambat aktivitas otak yang awalnya cepat karena pengaruh stres. Dengan aktifitas yang lambat ini, tentu seseorang bisa merasa santai dan tenang sehingga stres bisa hilang.

·         Melati, merupakan aromaterapi yang ampuh untuk menenangkan saraf yang tegang. Selain itu, minyak melati dapat mengatur kadar stres, kecemasan hingga rasa gembira yang berlebihan.

·         Mawar dan germanium, memiliki aroma bunga yang mampu menghilangkan kecemasan karena minyak ini mampu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh sehingga membuat tubuh menjadi lebih rileks.

·         Minyak bergamot, merupakan aromaterapi yang berasal dari kulit buah jeruk mentah sehingga minyak ini memiliki aroma khas seperti buah jeruk. Aromaterapi ini dapat membantu hipotalamus pada otak menjadi lebih tenang, sehingga minyak bergamot ini sangat dianjurkan untuk meredakan stres serta kecmasan yang berlebihan.

·         Ylang-ylang, juga merupakan aromaterapi yang dapat menghilangkan stres. Caranya dengan mencampurkan minyak bergamot dengan minyak ini untuk mendapatkan aroma yang diinginkan.

7.      Tertawa
Tertawa ternyata membawa efek yang sangat baik untuk menghilangkan stres. Menurut beberapa penelitian, tertawa 5 hingga 10 menit dapat merangsang endorphine, serotonin dan metanonin untuk keluar. Dimana ketiga zat ini memberikan manfaat yang baik untuk otak sehingga tubuh menjadi lebih tenang. Bahkan, tertawa ini dapat menyembuhkan seseorang yang mengalami gangguan mental stres berat. 

8.      Tidur
Tidur merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan stres yang dapat meningkatkan produktivitas. Disamping itu, beristirahat atau tidur minimal selama 8 jam yang dilakukan setiap hari mampu meremajakan tubuh untuk beraktifitas di hari selanjutnya.



Daftar Pustaka
3.      http://www.academia.edu/8510035/GEJALA_DAN_PENYEBAB_TERJADINYA_STRES

Selasa, 29 Maret 2016

TEORI KEPRIBADIAN KESEHATAN MENTAL



Nama     : Fauzia Ayu Nanda                                         NPM                :  14514080

Kelas      : 2PA09                                                           Mata Kuliah     : Kesehatan Mental


TEORI KEPRIBADIAN KESEHATAN MENTAL
 
1.      Carl Rogers

Carl Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah. Konsep pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan struktur kepribadian yang sebenarnya. sebuah konstruk yang menunjukan bagaimana setiap individu melihat dirinya sendiri. Self ini dibagi 2 yaitu :
·         Real Self adalah keadaan diri individu saat ini.
·         Ideal Self adalah keadaan diri individu yang ingin dilihat oleh individu itu sendiri atau apa yang ingin dicapai oleh individu tersebut.

2.      Abraham Maslow
      Konsep Sehat menurut Abraham Maslow melalui Hirarki kebutuhan manusia ,kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir yang tersusun dalam suatu tingkat dari yang paling kuat sampai yang paling lemah. Maslow membntuk hirarki kebutuhan menjadi:
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Rasa aman
3. Kebutuhan Kasih saying
4. Kebutuhan Penghargaan
5. Aktualisasi Diri
      Menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat terpenuhi, maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat secara psikologis. Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi tela disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.

3.      Erich Fromm
Kepribadian sehat adalah yang memiliki orientasi produktif. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan menurut seberapa baik masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Karena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha masyarakat. Faktor kunci ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia. rang yang mempunyai kepribadian sehat dapat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara kreatif dan produktif. Sedangkan orang yang sakit dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dengan cara irasional. Fromm mengemukakan lima kebutuhan antara lain :
1. Hubungan
2. Transedensi
3. Berakar
4. Perasaan identitas 
5. Kerangka orientasi.

4.      Gordon Allport
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia, teori Allport itu telah membantu manusia untuk melihat diri sendiri sebagai mahkluk yang baik dan penuh harapan. Hal tersebut terlihat dari teorinya, yaitu ”gambaran kodrat manusia adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung”. Memandang satu pribadi positif dan apa adanya merupakan salah satu definisi pribadi sehat, inilah kelebihan dan kekuasan dari teori Allport.Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
      Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi, Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita.
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud. Allport mengemukakan bahwa semua fungsi diri atau fungsi ego yang telah dijelaskan disebut dengan fungsi proprium dari kepribadian. Fungsi-fungsi ini termasuk perasaan jasmaniah, identitas diri, harga diri, perluasan diri, rasa keakuan, pemikiran rasional, gambaran diri, usaha proprium, gaya kognitif dan fungsi mengenal. Semuanya merupakan bagian yang sebenarnya dan vital dari kepribadian.


DAFTAR PUSTAKA
1)      Samsyu Yusuf dan Juntika Nurihsan. (2007). Teori Kepribadian. Bandung: Rosda
3)      Siswanto. (2007). Kesehatan mental. Yogyakarta: Penerbit Andi.
5)      http://riovilla540.blogspot.co.id/
6)      http://ariefksmwrdn.blogspot.co.id/2015/03/kesehatan-mental-menurut-aliran.html

Kamis, 17 Maret 2016

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental


Konsep Sehat Menurut Para Ahli

Nama   : Fauzia Ayu Nanda                                   Kelas                : 2PA09                      
NPM     :14514080                                                 Mata Kuliah     : Softskills

Konsep Sehat Menurut Para Ahli

Hasil gambar untuk apa itu sehat

          Sebelum mempelajari lebih jauh tentang bagaimana konsep sehat menurut para ahli alangkah lebih baik bila kita memahami dulu apa arti dari kata “sehat” itu sendiri. Sehat adalah suatu kondisi di mana segala sesuatu berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya. Secara sederhana, sehat sinonim dengan kondisi tidak sakit. Definisi sehat adalah baik seluruh badan serta bagian-bagiannya baik fisik maupun pikiran. Menurut para ahli konsep sehat ialah sebagai berikut :

1. Sehat menurut WHO 1974
Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, social bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
Sehat menurut WHO adalah “Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity”. Sehat adalah kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Defenisi universal yang menyatakan bahwa pengertian sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan
Ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat menurut WHO, yaitu:
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.

2. Sehat Mental
Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”. Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut:
a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.

3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum. Dan dilengkapi dengan tambahan.

4. Sehat Spiritual
Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut sebagai “Positive Health”. Kesehatan adalah suatu kondisi Sejahtera Jasmani Rohani serta Sosial Ekonomi.

2. UU N0. 23/1992 tentang kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.

3. Pepkin’s
Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.

4. Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

5. Kesehatan social adalah suatu kemampuan untuk hidup bersama dengan masyarakat dilingkungannya.

6. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada ganguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologis, dan social serta dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal.

Kita mengetahui bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia , bahkan ada sebuah statistik dari WHO yang menggambarkan bahwa di dunia hanya 15% orang yang benar-benar sakit dan harus dirawat di rumah sakit, 15% lagi adalah orang yang benar-benar sehat, dan 60% selebihnya adalah orang yang sehat tetapi gampang terserang penyakit, yaitu contohnya seperti saya dan anda yang mudah terkena flu, masuk angin, pusing dan lain sebagainya.
Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu :
1. Udara
2. Air
3. Makanan dan Minuman
4. Keseimbangan Emosi
5. Olahraga Teratur
6. Istirahat Cukup

Apabila ke enam faktor tersebut terganggu atau bermasalah maka otomatis kesehatan kita juga akan terganggu , mau atau tidak mau, sadar atau tidak kita hidup dizaman penuh polusi dari zat kimia baik itu air, udara maupun makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Referensi :
1.      Chandra, Budiman. 2006. Ilmu Kedokteran Pencegahan Komunitas. Jakarta: EGC.
2.      http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-sehat-menurut-ahli-who.html

3.      http://www.infosehat.id/pengertian-sehat-menurut-para-ahli/